Home DAERAH LAMPUNG TENGAH Bongkar Mafia Pupuk !

Bongkar Mafia Pupuk !

97
0
SHARE
CakraLampung.Com – Pupuk saat ini sulit didapat dan harganya mahal. Hal ini membuat para petani merana.
“kendala dalam kami bertani banyak mas. Tapi yang paling utama itu pupuk. Harganya mahal dan sulit didapat. Ini saja belum pupuk punya saya,” tegas salah seorang petani Restu Baru, Rumbia, Lampung Tengah, Sumaliki kepada Tim Investigasi Cakra Lampung kemarin.

Untuk itu dia berharap kepada pemerintah, khususnya Bupati Lampung Tengah, untuk membantu masyarakat petani ini, terlebih masalah utama yakni pupuk.

“Harapan saya kepada pemerintah dan kepada Bapak Bupati agar kami diperhatikan, baik itu bantuan pertanian ataupun pupuk supaya kami diawasi dan ada pengawasan juga masalah pupuk ini,” harapnya.

Sementara harga pupuk yang ia beli, kata Sumaliki, pupuk yang putih harga per saknya Rp.135 ribu dan kalau yang merah Rp.165 ribu persak.

“juga masalah harga hasil panen bisa ditingkatkan, baik jagung, padi dan singkong. Karena kami bergantungan dengan hasil bumi, apalagi dengan harga pupuk yang tinggi,” tambah dia.

Hal sama juga dikatakan Munawaroh. Warga di Kampung Rukti Basuki. Dikatakan janda tiga anak ini bahwa dirinya juga kesulitan memperoleh pupuk.

“kampung saya sangat sulit dan langka soal pupuk. Apakah ini memang sangat langka atau bagaimana saya juga tidak tahu, yang pasti kami sangat kesulitan. Apalagi soal harga yang cukup mahal terutama bagi saya seorang masyarakat kecil dan sangat memberatkan dengan harga pupuk yang cukup tinggi,” katanya.

Munawaroh sendiri membeli pupuk dengan harga, yang putih Rp.130 ribu persak dan kalau yang merah Rp. 160 ribu per sak.

” ya terkadang kelangkaan pupuk ini terpaksa untuk tanaman saya jadi terlambat untuk di pupuk. Apalagi saya juga menanam padi dan singkong,” tandasnya kepada Tim Investigasi Cakra Lampung.

Senada juga diungkapkan salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Buminabung, Muslim Asnawi.

Dia mengungkapkan bahwa masalah kelangkaan pupuk dan harga komoditi pertanian yang rendah, sudah menjadi masalah besar para petani dari tahun ke tahun.

“Tolong pak Dewan, masalah pupuk dan harga hasil pertanian sangat jauh dari standar. Ini sangat menyengsarakan masyarakat,” katanya saat ada reses DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Daerah Pemilihan (Dapil) II di Kecamatan Buminabung, kabupaten setempat (7/12/2021).

Saat dikonfirmasi, salah seorang anggota DPRD Lamteng Husnul Huda mengungkapkan bahwa masalah pupuk tersebut sudah ia dengar dari masyarakat. Bahkan ini sudah menjadi aspirasi masyarakat setiap ia reses.

“saya berjanji akan memperbaiki masalah pupuk yang dikeluhkan oleh para petani ini,” tegasnya.

Ia rencananya juga akan mengumpulkan gapoktan serta pengecer pupuk ini, untuk memperbaiki sistemnya. “kita akan mencari solusinya agar masalah ini dapat segera teratasi”. pungkasnya. (tim)

Program Lamteng Berjaya “Terancam”

KERJA keras Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad dan wakilnya Ardito Wijaya dalam membangun kabupaten itu menemui jalan terjal.

Program pembangunan pro rakyat yang mengusung tagline “Lamteng Berjaya” itu terancam tak Berjaya. Salah satunya di bidang pertanian karena terganjal masalah pupuk.

Padahal, bupati telah melakukan berbagai cara guna meningkatkan derajat petani di kabupaten itu. Seperti, bantuan benih, bibit, pupuk hingga alsintan. Ini semua agar dunia pertanian di kabupaten ini dapat “Berjaya”.

Bahkan Bupati Musa Ahmad dan wakilnya Ardito Wijaya juga tak segan-segan terjun ke lapangan, guna menggali aspirasi sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat petani.

Terlebih, Lampung Tengah salah satu jantung produksi pertanian di tingkat provinsi bahkan nasional.

Sayangnya, program apik ini harus tercoreng dengan adanya permainan pupuk bersubsidi. Padahal, pupuk merupakan hal terpenting dalam dunia pertanian. Tanpa-nya, tanaman tak akan berjalan dengan baik.

“Bidang pertanian merupakan komoditas andalan Pemerintah Daerah Lampung Tengah, mengingat Lampung Tengah lumbungnya pertanian di Provinsi Lampung. Pertanian adalah salah satu yang kami prioritaskan. Agar masyarakat petani dapat hidup sejahtera,” tegas Bupati Musa Ahmad dalam setiap bunga kampung.

Tak hanya itu saja, guna mensukseskan program Lamteng Berjaya, khususnya di bidang pertanian, bupati juga memaksimalkan peran dari TP PKK, yang ikut menggerakkan kaum hawa untuk bertani. Ini adalah upaya Bupati Musa dalam memperkuat ketahanan pangan.

Namun, dengan adanya kelangkaan dan harga pupuk yang mahal, membuat sejumlah petani kesulitan meningkatkan produksi pertaniannya. Sebab, mereka telat memupuk tanamannya, bahkan ada tanamannya yang tidak dipupuk karena tidak mampu membeli pupuk.

Sehingga hal ini tentu saja merugikan petani, karena tidak bisa maksimal dalam bertani. Seperti yang diungkapkan beberapa masyarakat petani di Lamteng itu.

Jika masalah ini dibiarkan, tentu saja program Lamteng Berjaya terancam tak Berjaya. Apalagi masalah pupuk ini sudah dikeluhkan hampir setiap tahunnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here