DAERAHINFO TERBARUTULANG BAWANG BARAT

Kearifan Lokal Harmonisasi Alam Legenda Transportasi Sungai Batangari Waykiri Yang Nyaris Terlupakan

CAKRALAMPUNG,TUBABA–Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) di sini ada sungai yang sangat terkenal dengan sebutan Batangari Waykiri yang mengalir dari Kabupaten Lampung Utara sampai Kabupaten Tubaba, kemudian mengalir sampai jauh akhirnya ke laut.

Harmonisasi alam, kearifan lokal dan legenda transportasi sungai pada masanya, memegang peranan penting sekaligus menentukan arah denyut nadi perekonomian masyarakat yang tinggal dan menghuni daerah aliran sungai (DAS) ini. Betapa tidak pada masanya sungai menjadi tempat lalu lintas perahu dagang berbagai kebutuhan masyarakat dan tanah daerah aliran sungai yang subur menjadi tempat bertani, berkebun dan hidup serta berkehidupan disana.

Sungai Batangari Waykiri yang mengalir di Kabupaten Tubaba melintasi beberapa daerah Kecamatan antara lain Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah dan Pagardewa yang juga oleh masyarakat yang tinggal di Tiyuh dipinggir DAS ini sebagai anugerah Tuhan yang mereka syukuri.

Seiring perkembangan dan kemajuan zaman saat ini sungai Batangari Waykiri Tubaba seolah nyaris terlupakan sebagai anugerah alam. Masyarakat petani DAS ini mangatakan mereka hampir tidak tersentuh program pertanian pemerintah, meskipun mereka harus terus berjuang bercocok tanam dengan resiko yang tinggi oleh kondisi alam yang terkadang tidak bersahabat dengan mereka.

Bagi petani DAS Tubaba, mereka bukan sekedar sebagai petani, akan tetapi mereka juga berjuang menjaga kearifan lokal sebagai anugerah Tuhan kepada mereka secara turun temurun. Petani DAS (nyapah) di Tubaba harus menerima kenyataan atas sabda alam seperti yang saat ini tengah terjadi. Naiknya debit air sungai Batangari Waykiri yang dalam pekan terakhir mencapai ketinggian 3 meter telah meluluhlantahkan impian dan harapan serta duka yang sangat dalam bagi petani DAS, seperti halnya yang terjadi di Tiyuh Karta Tubaba.

Tak ayal kerugian moril dan materiel bagi patani harus diterima oleh petani, seperti kata bijak malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Meskipun derita batin bahkan mengalir derasnya air mata pilu petani menerima sabda alam yang terjadi. Kenangan perjuangan petani yang harus berjuang tertatih dengan mahalnya harga pupuk, obat-obatan pertanian pembunuh gulma serta harga- harga komoditas hasil pertanian yang kurang menguntungkan saat ini bagi petani menjadi kenangan pahit yang harus ditelan tanpa syarat.

Saat ini petani DAS Tubaba, hanya bisa berharap bantuan kepada pemerintah menghadapi kenyataan duka yang terjadi pada mereka.

” Selain kepada Tuhan, kami hanya bisa menaruh harap kepada pemerintah agar melihat kami petani DAS Tubaba yang terus berjuang menjaga kearifan lokal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional yang saat ini digaungkan negara, tolong temani kami,” kata mereka petani DAS Tubaba.(Snr/Asf)

 

 

 

 

 

 

 

 

What's your reaction?

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.