Beranda DAERAH LAMPUNG Polinela Bantu Peningkatan Produktivitas Lahan Kering Petani Jagung dengan Penerapan Pola Tanam...

Polinela Bantu Peningkatan Produktivitas Lahan Kering Petani Jagung dengan Penerapan Pola Tanam Intercropping

29
0
BERBAGI

Cakralampung.com – Tim Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang terdiri dari beberapa program studi yaitu Produksi Tanaman Pangan, Teknologi Perbenihan, Hortikultura, dan Agribisnis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan “Penerapan Pola Tanam Intercropping untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan dan Pendapatan Petani Jagung pada kelompok tani di Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

PKM ini sendiri dibantu oleh 2 orang mahasiswa Prodi Produksi Tanaman Pangan, yang berperan dalam membantu penyiapan alat dan bahan dalam kegiatan PKM.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at 5 Agustus 2022 tersebut dihadiri oleh 13 orang petani yang berasal dari kelompok tani Tunas Karya I yang diketuai oleh Bapak Sumadi. Sebagian besar petani di Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan melakukan kegiatan budidaya jagung di lahan kering atau tegalan dalam skala yang tidak terlalu luas.

Menurut Bapak Sumadi, masalah yang dihadapi oleh kelompok tani di Desa Sinar Rejeki, yaitu tidak menentunya harga jual jagung dan saat ini tergolong murah.

“hanya sekitar Rp3.000/kg, ditambah dengan biaya pupuk yang semakin mahal membuat pendapatan petani menurun,” katanya.

Karena itu, Politeknik Negeri Lampung melalui salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi melakukan kegiatan PKM.

Polinela merasa memiliki peran dan tanggung jawab memberikan solusi atas masalah dan kendala yang dihadapi petani jagung di desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, terutama untuk membantu meningkatkan produktivitas lahan dan penghasilan petani dengan penerapan pola tanam intercropping jagung dengan tanaman kedelai edamame.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Hidayat Saputra, S.P., M.Si. dan tim dosen Polinela dari beberapa program studi, yaitu Septiana, S.P., M.Si., Nuni Anggraini, S.P., M.Si., Henni Elfandari, S.P., M.Si., dan Riana Jumawati, S.P., M.Si.

Kegiatan PKM ini merupakan salah satu cara dosen Polinela, untuk menerapkan hasil penelitian yang telah dikembangkan di kampus.

Dalam hal ini tim dosen Polinela menyampaikan analisis usaha tani jagung dan kedelai edamame serta sejumlah teknologi terapan tepat guna dalam sistem budidaya intercropping yang baik dan benar, meliputi penggunaan jarak tanam yang benar, tata letak penanaman, penggunaan jenis tanaman dan varietas yang sesuai, dan pengaturan waktu tanam yang tepat.

“Petani dengan luas lahan yang terbatas harus mampu meningkatkan produktivitas lahannya secara intensifikasi agar dapat menghasilkan produk yang beragam, salah satunya menerapkan pola tanam intercropping,” terang Hidayat Saputra.

Lebih lanjut Hidayat pun menyampaikan, bahwa penerapan pola tanam intercropping dapat memperkecil risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit, dan mengatasi risiko fluktuasi harga jagung.

“sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani jagung di Desa Sinar Rejeki, ” Imbuh Hidayat.

Dalam kegiatan PKM ini tim dosen Polinela memberikan bantuan berupa benih jagung, benih kedelai edamame, dan pupuk organik cair hasil Teaching Factory Polinela Organic Farm yang akan digunakan dalam sistem intercropping.

Kegiatan pembinaan kelompok tani di Desa Sinar Rejeki ini masih terus berlanjut terutama dalam mendampingi petani dalam menerapkan pola tanam intercropping di lahan jagung dengan aneka tanaman kacang, terutama kedelai edamame.

Dengan adanya kegiatan PKM ini tim dosen Polinela berharap para petani dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi, terutama rendahnya pendapatan petani jagung dan belum optimalnya produktivitas lahan kering yang mereka miliki dengan menghasilkan produk panen.

Selain jagung yang mempunyai nilai jual yang tinggi, misalnya kedelai edamame. Kedepannya para petani juga diharapkan dapat membantu peningkatan produktivitas pangan melalui intensifikasi dan diversifikasi pertanian salah satunya dengan penerapan pola tanam intercropping di lahan kering.

Ditulis oleh :

Hidayat Saputra, S.P., M.Si.
Ketua Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here