INFO TERBARU

Pusaran Kasus PIP “Goyang” Pemda

cakralampung.com - Pusaran dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP) "goyang" pemerintah daerah (Pemda), agar tidak berdiam diri.
Karena itu, pemerintah kabupaten dan DPRD Kabupaten Pesawaran akhirnya bergerak. Yakni, Bupati Pesawaran menerjunkan tim investigasi dan DPRD melalui Komisi IV inspeksi mendadak (Sidak).
"semuanya harus ikut menuntaskan persoalan ini. Dinas, inspektorat dan dewan juga harus turun tangan," terang pengamat hukum Dr. Yusdianto kepada Cakra Lampung.
Karena dana ini diperuntukkan untuk siswa yang ingin sekolah, dengan kondisi ekonomi yang tidak atau kurang mampu. "PIP ini program pusat agar siswa tidak putus sekolah. Jadi harus diusut kenapa dana ini bisa hilang. Dan kemana dana itu," ujar dia. Seperti diketahui bahwa PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah usia 6 - 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin. Termasuk pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. Dikutip dari indonesiapintar.kemdikbud.go.id, PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Selain itu, tujuan dan PIP ini adalah mencegah anak putus sekolah. (red)   Terjunkan Tim Investigasi BUPATI Pesawaran Dendi Ramadhona menegaskan, menerjunkan tim investigasi guna menyikapi adanya kasus dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 19 Gedongtataan, kabupaten setempat. "kami sudah menurunkan tim investigasi, termasuk Inspektorat juga telah turun untuk menyelesaikan kasus ini (PIP, red)," katanya saat dikonfirmasi Cakra Lampung kemarin. Tim tersebut, kata Dendi, untuk mengurai benang kusut penyaluran dana PIP, mulai dari alur keluar masuk uang, hingga oknum yang terlibat. “kita akan menelusuri seperti apa alur keluar masuk uang, dan siapa saja oknum yang terlibat,” ujar Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Selasa (19/4/2022). Menurutnya, selain Kepsek Uniroh pihaknya juga akan memeriksa kepala sekolah sebelumnya juga, mengingat sudah berapa kali adanya pergantian. “dugaan penyimpangan dana PIP akan dilakukan investigasi lebih mendalam, bagaimana modusnya dan siapa saja yang terlibat," jelas dia. Dendi menegaskan, untuk jangan main-main dengan dana PIP, karena itu adalah hak dari siswa siswi yang telah diberikan oleh negara. Dendi juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan persoalan ini juga terjadi di sekolah lainnya. " mungkin saja wali murid tidak berani mengungkapkan. Namun dengan adanya informasi ini kami akan menelusuri ke Sekolah lainnya juga,” tutup dia. (egy/asf)   Komisi IV Minta Irjen Kemendikbud Turun KOMISI IV DPRD Pesawaran meminta agar Irjen Kemendikbud turun tangan ikut mengecek dugaan penyimpangan dana PIP ini. "kita inginkan mereka juga turun (Irjen Kemendikbud, red) karena ini persoalan keberlangsungan siswa dalam menuntut ilmu," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Roliansyah kepada Cakra Lampung. Diakui Roliansyah bahwa Komisi IV sudah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 19 tersebut. Hal ini guna menindaklanjuti dugaan ketidaksesuaian penyaluran dana PIP tersebut. "Fungsi kita selaku pengawasan, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," tambah dia. Dikatakan setelah mengumpulkan keterangan dan informasi di lapangan, pihaknya segera mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah, serta wali murid. "kita akan hearingkan mereka (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah dan wakil murid, red) bila perlu Bank-nya juga," tegas dia. (red) GRAFIS TINDAKAN PEMERINTAH : 1. DPRD - Komisi IV Sidak - Komisi IV akan hearing - Komisi IV minta Irjen Kemendikbu turun cek PIP 2. Pemkab - Bupati terjunkan tim investigasi - Dinas Pendidikan panggil kepala sekolah MASALAH PIP 1. Dana hilang dari rekening siswa 2. Dugaan korupsi dana PIP 3. Dugaan penyaluran PIP tak tepat sasaran.

cakralampung.com – Pusaran dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP) “goyang” pemerintah daerah (Pemda), agar tidak berdiam diri.

Karena itu, pemerintah kabupaten dan DPRD Kabupaten Pesawaran akhirnya bergerak. Yakni, Bupati Pesawaran menerjunkan tim investigasi dan DPRD melalui Komisi IV inspeksi mendadak (Sidak).

“semuanya harus ikut menuntaskan persoalan ini. Dinas, inspektorat dan dewan juga harus turun tangan,” terang pengamat hukum Dr. Yusdianto kepada Cakra Lampung.

Karena dana ini diperuntukkan untuk siswa yang ingin sekolah, dengan kondisi ekonomi yang tidak atau kurang mampu.

“PIP ini program pusat agar siswa tidak putus sekolah. Jadi harus diusut kenapa dana ini bisa hilang. Dan kemana dana itu,” ujar dia.

Seperti diketahui bahwa PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah usia 6 – 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin.

Termasuk pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah.

Dikutip dari indonesiapintar.kemdikbud.go.id, PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Selain itu, tujuan dan PIP ini adalah mencegah anak putus sekolah. (red)

 

Terjunkan Tim Investigasi

BUPATI Pesawaran Dendi Ramadhona menegaskan, menerjunkan tim investigasi guna menyikapi adanya kasus dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 19 Gedongtataan, kabupaten setempat.

“kami sudah menurunkan tim investigasi, termasuk Inspektorat juga telah turun untuk menyelesaikan kasus ini (PIP, red),” katanya saat dikonfirmasi Cakra Lampung kemarin.

Tim tersebut, kata Dendi, untuk mengurai benang kusut penyaluran dana PIP, mulai dari alur keluar masuk uang, hingga oknum yang terlibat.

“kita akan menelusuri seperti apa alur keluar masuk uang, dan siapa saja oknum yang terlibat,” ujar Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Selasa (19/4/2022).

Menurutnya, selain Kepsek Uniroh pihaknya juga akan memeriksa kepala sekolah sebelumnya juga, mengingat sudah berapa kali adanya pergantian.

“dugaan penyimpangan dana PIP akan dilakukan investigasi lebih mendalam, bagaimana modusnya dan siapa saja yang terlibat,” jelas dia.

Dendi menegaskan, untuk jangan main-main dengan dana PIP, karena itu adalah hak dari siswa siswi yang telah diberikan oleh negara.

Dendi juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan persoalan ini juga terjadi di sekolah lainnya.

” mungkin saja wali murid tidak berani mengungkapkan. Namun dengan adanya informasi ini kami akan menelusuri ke Sekolah lainnya juga,” tutup dia. (egy/asf)

 

Komisi IV Minta Irjen Kemendikbud Turun

KOMISI IV DPRD Pesawaran meminta agar Irjen Kemendikbud turun tangan ikut mengecek dugaan penyimpangan dana PIP ini.

“kita inginkan mereka juga turun (Irjen Kemendikbud, red) karena ini persoalan keberlangsungan siswa dalam menuntut ilmu,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Roliansyah kepada Cakra Lampung.

Diakui Roliansyah bahwa Komisi IV sudah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 19 tersebut.

Hal ini guna menindaklanjuti dugaan ketidaksesuaian penyaluran dana PIP tersebut.

“Fungsi kita selaku pengawasan, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tambah dia.

Dikatakan setelah mengumpulkan keterangan dan informasi di lapangan, pihaknya segera mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah, serta wali murid.

“kita akan hearingkan mereka (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah dan wakil murid, red) bila perlu Bank-nya juga,” tegas dia. (red)

GRAFIS

TINDAKAN PEMERINTAH :

1. DPRD
– Komisi IV Sidak
– Komisi IV akan hearing
– Komisi IV minta Irjen Kemendikbu turun cek PIP

2. Pemkab
– Bupati terjunkan tim investigasi
– Dinas Pendidikan panggil kepala sekolah

MASALAH PIP

1. Dana hilang dari rekening siswa
2. Dugaan korupsi dana PIP
3. Dugaan penyaluran PIP tak tepat sasaran.

What's your reaction?

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.